PALEMBANG – Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Selatan, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Seri II mengangkat Tema “Sinergitas Kebangsaan Untuk Akselerasi Penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, dengan sub tema: “Anggaran Covid -19 Kemana?. Dilaksanakan Selasa (24/8) melalui platform Zoom Meetings.

Pembukaan acara dimulai pukul 8:42 WIB dan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan mendengarkan kata sambutan dari Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang diwakili oleh Wakil Dekan I Fakultas Hukum yakni Dr. Mada Apriandi Zuhir, S.H., MCL dalam kata sambutanya beliau mengatakan tujuan acara ini untuk memberikan informasi yang tepat dan benar. “Tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Unsri  bersama Tim Ahli Gugus Tugas Sumsel untuk memberikan informasi yang tepat, benar dan memberikan Forum dialok sehingga Hoax dan berita yang tidak benar dapat kita sisikan,” tegasnya saat menyampaikan kata sambutnya.

Foto : Sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik FH Unsri Dr. Mada Apriandi, S.H., MCL (Sumber : Tangkapan Layar Zoom Meeting LPM Media Sriwijaya)

Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan sekaligus pembukaan dari Rektor Universitas Sriwijaya yang juga diwakili oleh Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya Prof. Ir. Zainuddin Nawawi, Ph.D beliau menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Hukum yang mengadakan FGD seri ke II. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Fakultas Hukum yang telah mengambil inisiatip dalam FGD ke II ini  sehingga hal hal yang tadinya mungkin tidak jelas menjadi jelas, yang tidak tepat menjadi lebih tepat sehingga kondungsi kebangsaan yang penuh dengan gonjang ganjing dimasa pandemi ini akan menjadi lebih baik,” ungkapnya dalam kata sambutan.

Foto : Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik Unsri Prof. Ir. Zainuddin Nawawi, Ph.D., IPU (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Streaming Official FH Unsri)

Acara ini dipandu oleh Dr. Iche Andriyani Liberty, S.KM., M.Kes (Dosen FK Universitas Sriwijaya).

Foto : Moderator Dr. Iche Andriyani Liberty, S.KM., M.Kes (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Streaming Official FH Unsri)

Penyampaian materi diawali oleh Prof. Dr. Bernadette Robiani., M.Sc (Guru Besar FE Pembangunan Universitas Sriwijaya) dengan judul Perekonomian di Masa Pandemi Covid-19, belau menyampaikan bahwah negara negara di kawasa Asia dan Pasifik jauh lebih rentan terhadap efek ekonomi dari Covid-19. “Bahwa negara negara di kawasan Asia termasuk Indonesia dan Pasifik cenderung lebih rentan terhadap efek ekonomi Covid-19 ini dibandingkan negara lain,” ungkapnya.

Foto : Narasumber Prof. Dr. Bernadette Robiani, M.Sc (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Streaming Official FH Unsri)

Kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Alfitri., M.Si (Guru Besar FISIP Universitas Sriwijaya) beliau mengatakan Pemprov Sumsel mencairkan anggaran insentiv sebesar 51 Miliar bagi Vaksinator, Fakes dan Rumah Sakit. “Selama Juli sampai Desember 2021 Pemprov Sumsel itu mencairkan anggaran 51 Miliar bagi Vaksinator, Fasilitas Kesehatan dan Rumah Sakit di Sumatra Selatan,” ujarnya.

Foto : Narasumber Prf. Dr. Alfitri, M.Si (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Streaming Official FH Unsri)

Setelah itu penyampaian materi dilanjutkan oleh Dr. Iza Rumesren Rs , SH.,MH (Dosen FH Universitas Sriwijaya) beliau menyampaikan pengelolaan keuangan Negara deselengarakan secara professional, terbuka dan bertanggung jawab. “Penyelenggaraan pengelolaan keuangan Negara kalau kita bicara kondisi normal itu harus dilaksanakan secara professional, terbuka dan bertanggung jawab ini sesuai dengan Konstitusi tepatnya di atur pada Pasal 23C UUD 1945,” disampaikanya.

Foto : Narasumber Dr. Iza Rumesten RS, S.H., M.H saat memaparkan materi (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Streaming Official FH Unsri)

Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan SumSel) beliau menyampaikan alokasi anggaran penanggulangan Covid-19 tahun 2020 sebesar Rp.118.508.316.175. “Alokas anggaran penanggulangan Covid-19 untuk tahun 2020 sebesar Rp.118.5M itu awalnya Rp.76M namun kemudian kebijakan Gubernur itu silakan digunakan tidak dibatasi jadi sesuai kebutuhan kemudian yang ke dua kita ajukan lagi penambahan sebesar Rp.42M pada tahun 2020 ini penyerapannya 100% secara fisik namun secara realisasi keuangan 98,51%,” tegasnya dalam pemaparannya. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, komentar dan saran oleh panelis kepada para pemateri. Acara ditutup dengan penyampaian pantun oleh Moderator. (Rv)

Foto : Narasumber Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes (Sumber : Tangkapan Layar Zoom Meeting LPM Media Sriwijaya)

Sumber : LPM Media Sriwijaya FH Unsri

0

You may also like

MAHASISWA FH UNSRI MENGIKUTI UJIAN KOMPREHENSIF
500 MAHASISWA MENGIKUTI PRETEST PESERTA PLKH FH UNSRI
GEDUNG JURNAL FH UNSRI