Dua Perkembangan Menarik Arbitrase di Indonesia

01 April 2019, 10:07, dibaca 67 kali
Share |

Dua Perkembangan Menarik Arbitrase di Indonesia

 


Palembang, Buananews.com – Arbiter dari BANI, H. Bambang Hariyanto, SH., MH., FCBArb menyebutkan ada dua perkembangan menarik dalam dunia arbitrase di Indonesia. Yaitu semakin diminatinya arbitrase pelaku bisnis dan kedua semakin meningkatkannya kepercayaan pelaku bisnis kepada badan arbitrase dalam negeri.
Pelaku bisnis semakin berminat kepada arbitrase dalam penyelesaian perkara, karena arbitrase lebih mengakomodasi keinginan pebisnis. Salah satunya, “Pelaku bisnis penyelsaian perkara cepat, maka di Arbitrase penyelesaian perkara lebih cepat dibanding peradilan umum,” ujar Bambang Hariyanto.
Dia menyampaikan hal ini dalam acara Whork Shop Pemahaman Dasar Arbitrase Bisnis di Indonesia, Jumat (29/3), di Ruang Kuliah BHP Instistut, Jalan BLPT Basuki Rahmat Palembang. Whork Shop diikuti 23 peserta, 20 di antaranya mahasiswa Fakultas Hukum penerima bea siswa BHP Law Firm.
Pelaku bisnis lebih menghendaki penyelesaian sengketa melalui Arbitrase juga karena, prosesnya tertutup, dapat memilih arbiter, proses sederhana, putusan mengikat dan diakui secara internasional.
“Kalau di pengadilan umum waktu sidang dibilang sidang terbuka untuk umum, sementara dalam sidang arbitrase disebut sidang tertutup untuk umum,” ujar Bambang.
Tertutupnya sidang jelas lebih disenangi pengusaha. Sebab, bagi pengusaha, kepercayaan lebih diutamakan. Mereka akan risih kalau mereka diketahui publik bersengketa. Bahkan, kalau mereka bersengketa dan diketahui publik bisa mengakibatkan tergerusnya usaha mereka. Dengan sidang tertutup juga otomatis tidak terpublikasi.
Beda dengan pengadilan umum dimana hakim mutlak ditetukan lembaga peradilan, maka dalam arbitrase, maka kedua belah pihak dapat mengajukan “hakim” atau “wasit” yang akan menyidakangkan perkara mereka. “Memang belum tentu arbiter yang mereka pilih akan memihak mereka, namun dengan adanya kesempatan memilih arbiter, maka pihak yang berperkara dalam memilih mereka yang punya keahlian dengan materi perkara. Misalnya perkara mengenai perbangkan, mereka dapat memilih arbiter yang punya latar belakang perbangkan. Sehingga hasil keputusan dapat memuaskan kedua pihak,” kata Bambang lagi.
Proses pengajuan dan penyelanggaraan sidang arbitrase sederhana. Bahkan, dikatakan Bambang, sidang arbitrase lebih “enjoy”. Di mana pihaknya yang bersengketa sewaktu sidang dibolehkan membawa permen atau menyediakan minum, berupa kopi dan teh. “Kalau merokok gak boleh,” jelas Bambang lagi.
Putusan arbitrase mengikat dan diakui internasional. “Jadi dalam arbitrase lebih praktis di bandng pengadilan umum,” ujarnya.
Dengan kelebihan itu, kata Bambang, pelaku bisnis lebih menghendaki arbitrase menyelsaikan jika terjadi suatu sengketa. “Arah politik hukum kita di sektor bisnis juga lebih mengutamakan Arbitrasse dibanding Peradilan Umum,” jelas Bambang.
Ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perundang-undangan di sektor bisnis yang menunjuk Arbitrase sebagai forum penyelesaian sengketa. Misalnya, dalam UU Jasa Kontruksi, Peraturan Presiden No 16 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, serta Peraturan OJK.
Mengenai meningatkan kepercayaan pelaku bisnis kepada badan arbitrase nasional dijelaskan Bambang dengan gamblang. Dikatakan, tahun 2013 pelaku bisnis Indonesia menjadi peringkat ketiga terbesar yang menyelesaikan perkara di Singapura. Kini, berada di peringkat ke delapan. “Kini banyak pelaku bisnis Indonesia menyelesaikan perkaranya melalui arbinter nasional,” kata Bambang.
Selain makin dipercayanya arbitrase nasional, Bambang menyebutkan juga bahwa sebagian besar orang Indonesia yang berperkara di Singapura kalah.
Harus Jelas
Dibagian lain penjelasannya, Bambang mengatakan bahwa kontrak atau perjanian adalah dasar utama arbitrase. Tanpa ada perjanjian maka arbitrase tidak ada. Selain itu dijelaskan juga oleh Bambang dalam surat kerja sama yang dibuat harus dijelaskan, bahwa kalau terjadi perselisihan, maka harus dijelaskan diselesaikan lewat apa. Jangan mengambang.
“Karena kalau sudah ada pilihan, misalnya diselesaikan lewat arbitrase, maka pengadilan akan menolaknya. Demikian juga sebaliknya. Itu harus jelas,” ujar Bambang. (met)


 



Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion