Dunia Ini Ibarat Mampir Untuk Minum Air

09 Maret 2011, 11:14, dibaca 10922 kali
Share |

 

Dia menceritakan bahwa sebenarnya ia ingin menjadi seorang hakim tetapi keinginan ia tersebut menjadi pupus, yaitu tepatnya pada saat menjalani tes psikotes. Ia jatuh sakit.

PROFILE DOSEN

Antonius Suhadi:
Dunia Ini Ibarat Mampir Untuk Minum Air

Pria yang kesehariannya aktif sebagai dosen FH Unsri kelahiran Jogjakarta, 58 tahun silam ini merupakan salah satu dosen senior yang dimiliki oleh FH Unsri. Cukup panjang perjalanan karirnya sebagai akademisi demi membaktikan diri pada dunia pendidikan. Ditemui disela-sela rehatnya mengajar di kampus FH Unsri, pria bernama lengkap Antonius Suhadi ini cukup ramah menyambut kedatangan wartawan Koran ini (Media Sriwijaya, red) Khas dengan logat ke-jawaannya.

Dia menceritakan bahwa sebenarnya ia dulunya ingin menjadi seorang hakim tetapi keinginan ia tersebut menjadi pupus yaitu tepatnya pada saat menjalani tes psikotes. Ia jatuh sakit. Alasan ia bercita – cita menjadi hakim itu sendiri karena ia sudah berkeyakinan dan menanamkan jiwanya sebagai seorang pengadil atau hakim yang jujur atau yang tidak memihak, yang benar haruslah tetap dibenarkan dan yang salah tetaplah salah dan harus diberi sanksi sesuai akibat dari perbuatannya.selain itu, alasan lain mengapa cita – citanya menjadi seorang hakim itu sendiri tidak dapat direalisasikannya dikarenakan kedua orang tuanya tidak menyetujui kehendak dari anak tersebut. Kedua orang tuanya justru menginginkan dia menjadi seorang pendidik atau tenaga pengajar. Alasan kedua orang tuanya untuk tidak menjadi hakim karena pekerjaan hakim dirasa sangat berat.

Selain itu, Dasar pemikiran kedua orang tuanya menyuruhnya menjadi seorang tenaga pengajar baik seorang guru atupun dosen karena ruang lingkup dari keluarganya sendiri memiliki latar belakang akademisi.Walaupun sulit dan berat menerima keputusan orang tuanya. Seiring berjalannya waktu, hatinya pun melunak dan menerima keputusan dari kedua orang tuanya tersebut untuk menjadi pendidik. Toh, ia juga menganggap bahwa apa yang disampaikan dari orang tuanya adalah demi kebaikan dan masa depannya sendiri.

Langkah awal yang ditempuhnya untuk mewujudkan cita – citanya tersebut ialah menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada. Kemudian, ia melanjutkan kegiatan perkulihaan S2 di pascasarjana fakultas hukum universitas sriwijaya. “ Jadilah orang rajin dan pintar maka jalanmu akan mulus”, itulah suatu pesan nasehat dari kedua orang tuanya yang dijadikannya suatu bentuk motivasi atau penyemangat sewaktu dia masih menimbah ilmu di universitas. Bidang mata kuliah kekhususan yang diambilnya pada waktu itu ialah jurusan hukum bisnis. Alasannya ialah pada saat itu program kekhususan hukum bisnis merupakan program kekhususan yang terfavorit dibandingkan program kekhususan yang lain dan banyak diminati orang yang berarti hal ini menandakan program tersebut banyak dicari atau diincar dalam dunia lapangan pekerjaan. Oleh karena itulah, ia memilih bidang hukum perdata. berbagai hal yang ia alami sewaktu kuliah. Salah satu contoh ialah ketika harus mengulang mata kuliah hukum dagang yang merupakan spesifikasi untuk memilih program kekhususan hukum bisnis.

Penyebab mengapa ia harus mengulang mata kuliah tersebut dikarenakan pada saat ujian, soal - soal yang keluar ialah soal–soal yang tidak pernah diberikan oleh dosen dan tidak ada di dalam buku catatannya. Sudah barang tentu hal tersebut sangat membuat ia kaget dan sukar untuk menjawab soal ujian semester. Setelah mengalami pil pahit tersebut, dia menyadari bahwa sebagai mahasiswa jangan pernah terlalu terpaku dengan apa yang diberikan oleh dosen dan juga kita tidak harus belajar dengan buku atau diktat yang seadanya saja. Akan tetapi, harus juga rajin membaca dari berbagai macam sumber referensi atau literature penting lainnya. Ia juga menceritakan bahwa semasa kuliah. ia bukan merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi melainkan mahasiswa yang biasa – biasa saja Alasan yang ia sampaikan adalah sangat sederhana. Yakni, “ingin cepat lulus kuliah dan tentunya cepat mendapatkan lapangan pekerjaan”. Ujarnya menambahkan Cukup banyak pengalaman yang berkaitan dengan profesinya sebagai sarjana hukum. Yakni menjadi Pembantu Dekan di Universitas Palembang tahun 1986, kemudian ia pun juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Hukum Bisnis, sebagai badan pengawas di STIE Musi, dan sering menjadi saksi ahli dalam berbagai kasus yang berkaitan dengan hukum bisnis di berbagai instansi pemerintahan. Ada salah satu pengalaman yang tidak dapat ia lupakan yakni ketika bersaksi sebagai saksi ahli dalam menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan hukum asuransi dimana dalam kasus tersebut dimenangkan oleh pihak penggugat dan si penggugat tersebut akhirnya mendapat asuransi dengan nominal yang tidak sedikit yaitu sejumlah 3 milyar sebagai polis asuransinya. Pria yang hobinya suka membaca ini juga sampai sekarang masih aktif menjabat sebagai Sekretaris di Magister Kenotariatan.

Saat ini pekerjaan yang ia tekuni lebih berfokus sebagai tenaga pengajar atau dosen seperti apa yang dicita – citakannya orang tuanya dulu. Berat dan super sibuk sekali serta mungkin juga jenuh, pasti itulah tanggapan kita terhadap banyaknya pekerjaan yang ia lakukan. Akan tetapi sekali lagi ia menjelaskan bahwa kalau dirinya tidak pernah merasa jenuh, bosan ataupun terbeban terhadap aktivitas di bidang pekerjaannya yang ia tekuni selama ini, dikarenakan ia melakukan aktivitasnya tersebut secara berkelanjutan atau kontinuitas. Selain itu yang tidak kalah pentingnya ialah ia telah mempersiapkan secara matang sebelum melakukan akivitasnya . Metode ini juga ia implementasikan di dalam proses pengajarannya terhadap mahasiswa.

Hal tersebut dilakukan agar pada saat kegiatan mata kuliah dia sudah siap mengajar dan tidak grogi lagi dalam memberikan mata kuliah kepada mahasiswanya dikarenakan dia sendiri sudah tahu materi apa yang akan diberikan kepada mahasiswanya yang memang sudah dia rancang sebelum kegiatan mata kuliah berlangsung. Sebelum menutup kegiatan wawancara kami ( Reporter Media Sriwijaya, red ). Ia berpesan agar mahasiswa fakultas hukum unsri itu harus rajin bertanya dengan dosen jika ada materi yang diberikan oleh dosen kurang jelas dan jangan pernah pantang menyerah. Selain itu ia juga berharap mahasiswa fakultas hukum unsri itu menjadi seorang mahasiswa yang berkompeten benar-benar menimba ilmu hukum dan dapat mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. Ia juga menyampaikan kata– kata mutiara kepada mahasiswa FH unsri yang dimana pesan ini merupakan motto di dalam hidupnya yakni jika hidup di dunia ini diibaratkan mampir minum air. Jadi, manfaatkanlah waktu itu dengan secara sebaik – baiknya. (syahri, ardian)



Komentar:

13 September 2011, 06:43
Transcends:
priligy overnight shipping nbqnup buy 5 pills valtrex 59971

04 Juli 2011, 23:50
ardian nugraha:
smile pak anton banyak memberikan inspirasi hingga skrg bnyak muridnya yg saya wwncarai brkata tntang dia smile hmm akademisi dosen pahlawan tanpa tanda jasa

14 April 2011, 13:13
BADRUN ZAINI, SH, MH.:
salam hormat saya untuk Pak Anton dari mahasiswa Bapak, Bapak yang membimbing skripsi saya dengan Pak Natabaya pada waktu itu, hingga sekarang saya telah meneruskan cita cita Bapak sebagai Hakim. terima kasih Bapak.

Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion