Tersangka Meninggal Dunia Dalam Pemeriksaan

08 Maret 2011, 11:41, dibaca 10091 kali
Share |

Tanya:

Pengasuh Yth, bersama ini saya ingin menanyakan masalah pidana yang sedang menimpa saudara saya serta memohon solusinya. Adapun permasalahnnya adalah sebagai berikut, saudara saya saat ini sedang diperiksa oleh polisi dalam kasus pidana penggelapan mobil yang kapasitasnya dalam surat panggilan polisi hanya sebagai saksi.Sedangkan orang yang menjadi tersangka utama yaitu teman saudara saya (telah meninggal dunia), karena keelakaan sewaktu masih dalam proses pemeriksaan di kepolisian. Surat penggilan tersebut disampaikan kepada saudara saya jelas-jelas sesudah tersangka utama meninggal dunia. Ketika kami tanyakan kepada polisi memang demikian adanya, karena perkara tersebut akan diteruskan ke Kejaksaan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini jelas membuat bingung saudara saya, bagaimana menghadapi dan mensikapi surat panggilan polisi tersebut dan yang menjadi pertanyaan kami adalah; apakah pemeriksaan tetap dilanjutkan sementara tersangka telah meninggal dunia, setahu kami bila pelaku kejahatan telah meninggal dunia, maka perkaranya akan gugur demi hukum ? Sebelumnya kami ucapkan terimakasih atas jawaban dan bantuannya.
Dari Aziz di Jember

 

Jawab:

Sdr Aziz di Jember, terimakasih atas perhatian anda pada rubrik ini. Selanjutnya terhadap kasus yang menimpa saudara anda tersebut, sebelum jawaban kami sampaikan sebenarnya kami perlu kejelasan kejadian dan keterkaitan saudara anda sehingga ditetapkan sebagai saksi dalam kasus penggelapan tersebut, sehingga akan memudahkan kami dalam memberikan kejelasan jawaban penyelesaian hukumnya. Bahwa sangat jelas sekali disebutkan dalam pasal 77 KUHPidana dinyatakan bahwa hak meuntut hukuman gugur apabila tersangka/ tertuduh meninggal dunia, maka tuntutan atas perbuatan pidana tersebut harus berakhir dengan sendirinya atau gugur demi hukum. Dengan demikian tidak dimungkinkan dilakukan penuntutan di muka pengadilan terhadap orang yang sudah meninggal dan tanggungjawabnya juga tidak bisa dilimpahkan kepada orang lain atau kepada keluarga dari ahli warisnya. Jelas sekali bahwa prinsip penuntutan pidana hanya dapat ditunjukkan kepada diri pribadi seseorang yang telah disangka dan didakwa melakukan tindak pidana. Dalam kasus hukum saudara anda tersebut haruslah dicermati apakah pemanggilan sebagai saksi tersebut untuk pemeriksaan kasus teman saudara yang telah meninggal dunia ataukah untuk saudara anda sendiri yang mungkin oleh polisi penyidik diduga kuat terlibat dalam perbuatan hukum pidana penggelapan yang dilakukan teman saudara anda yang telah meninggal dunia baik selaku peserta/ turut serta atau membantu tindak pidana. Seandainya saudara anda memang terlibat, maka pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan polisi adalah sudah tepat dan dapat dibenarkan menurut hukum, namun bila tidak terlibat, maka pemeriksaan tidak perlu dilakukan atau dilajutkan lagi karena sudah tidak ada dasar hukumnya lagi. Bahwa berkas perkara terhadap tersangka yang sudah meninggal dunia hanya dapat diteruskan ke kejaksaan hanya untuk memberitahukan bahwa si tersangka telah meninggal dunia, sehingga dengan demikian pemeriksaan harus dihentikan dan penuntutan hukum idak mungkin diteruskan karena hapus dengan sendirinya/ gugur demi hukum. Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat. Terimakasih. (Nurul Dwi Utari)
 

Sumber:
TIM IKADIN YOGYA (Teguh Sri Rahardjo –
Winarno - Abd. Muin Dj - Finarto) BUKU
PINTAR HUKUM “Stragtegi Praktis
Menyelesaikan Masalah-masalah Hukum”
Cetakan ke-2, Januari 2007, UII PRESS
YOGYAKARTA.
 



Komentar:

05 Mei 2011, 12:32
Alyadi Sitarta:
mengenai jawaban itu perlu ditambahkan bahwasannya bagaimana mekanisme penghentian terhadap suatu perkara yang tersangkanya meninggal dunia...

Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion